Kamis, 27 Maret 2014

Cap kaki tiga setia manfaat

Inspirasi Kesetiaan bersama Cap Kaki Tiga
Ada kisah yang bisa menginspirasi kita. Inspirasi merupakan hal yang patut di contoh. Sebab tidak banyak orang yang bisa dikatakan istimewa di dunia ini. Ada beberapa hal yang bisa memberikan inspirasi bagi kita. Salah satunya adalah Kesetian Cap Kaki Tiga terhadap warga negara indonesia selama 75 tahun. Ketika kita atau keluarga kita sariawan, Cap kaki tiga setia manfaat siap untuk menyembuhkannya. Tidak hanya itu, sebenarnya ada beberapa manfaat dari larutan penyegar cap kaki tiga:

Fungsi atau manfaat cap kaki tiga

Cap Kaki Tiga, Setia, Manfaat
Saat berolah raga, tentu saja ion dalam tubuh kita berkurang. Cap kaki tiga bermanfaat untuk mengembalikan ion dalam tubuh, memulihkan energi, dan menyegarkan badan.

Cap Kaki Tiga, Setia, Manfaat
Cuaca yang tidak menentu dapat menimbulkan panas dalam, sariawan, sakit tenggorokan, dan bibir pecah-pecah. Oleh sebab itu, cap kaki tiga dapat menyembuhkan penyakit tersebut.

Cap Kaki Tiga, Setia, Manfaat
Kembali pada topik inspirasi kesetiaan. Cap kaki tiga tidak hanya setia dalam produknya yang bermanfaat. Tetapi juga dalam hal sosial. Seperti musibah yang baru kita alami yakni meletusnya gunung kelud. Lewat program satu aksi sejuta manfaat, cap kaki tiga ikut andil menyambung tali silaturrahmi membantu meringankan beban para korban. Memberikan pengobatan secara gratis.

Tak pernah berhenti mengasuh

Cap Kaki Tiga, Setia, Manfaat
Saya ingin bercerita, ini tentang kisah nyata dalam kehidupanku. Nenekku sudah genap berumur 80 tahun. Saya termasuk orang yang disayanginya diantara 9 orang lainnya. Beliau adalah orang yang paling setia yang saya kenal selain ibuku tersayang. Kata bapakku, nenek mengurus anak-anaknya dengan hati yang tabah. Menggendong, menyuapi, memandikan, mengganti popok, sampai menunggu anak-anaknya sampai lelah bermain.

Setelah anak-anak nenek menikah. Nenek tetap saja mengasuh, meringankan beban para ibu di keluarga besarnya. Saya, kakak sepupu saya, dan tiga adik sepupu saya. Rasanya menjadi seorang nenek begitu berat. Saya tahu dengan pasti, bagimana beliau mengasuh saya. Beliau mengulanginya lagi apa yang dilakukan kepada bapakku waktu kecil. Memandikan saya, menyuapi, menemani saya bermain, mengantarkan ke sekolah, dan memberikan apa yang saya minta.

Saya masih ingat betul, kalau mau berangkat ke SD. Pagi-pagi sekali saya mandi. Selesai mandi, dua orang wanita (nenek dan ibuku) sudah siap melayani saya bak seorang pembantu. Ibu memakaikan seragam sekolah dari topi, baju, celana, kaos kaki, sampai sepatu. Di waktu yang sama, sang nenek menyuapi saya. Kesetiaannya kepadaku tidak bisa disanjung hanya dengan kata istimewa. Saya tidak bisa mengungkapkan kata-kata yang pantas bagi beliau berdua. Setelah saya besar, gantian adik-adik sepupu. Sampai kakak sepupu saya punya anak. Anaknya pun nenek yang mengasuh seperti halnya apa yang dilakukan kepada saya. Hanya satu kata yang selalu saya ingat dari nenek saya. "Yang kecil sudah besar, tumbuh yang kecil lagi".

Dalam kisah ini, ada satu pelajaran yang saya ambil. Yaitu arti kesetiaan seorang ibu, seorang nenek, seorang wanita terhadap anak-anaknya, terhadap keturunannya. Beliau "seorang ibu rumah tangga" punya keikhlasan dan kesetiaan yang tiada duanya. Mengerjakan pekerjaan yang sebenarnya sangat berat. Tapi dengan tabah beliau jalani. Sama halnya dengan cap kaki tiga. Setia dan memberikan manfaat selama 75 tahun.

Setiap anda membeli cap kaki tiga, berarti anda juga ikut memperjuangkan saudara kita yang sedang dilanda bencana dengan menyumbangkan sebesar Rp. 300. Pada siapa lagi mereka akan berharap kalau tidak pada kita melalui program cap kaki tiga satu aksi sejuta manfaat. Semoga indonesia lebih damai dan bermakna di mata negara-negara lain.